Akiyoshi Rikako: Holy Mother
Greetings! Berjumpa lagi dengan saya sebagai selingan bacaan Anda sembari menyeruput teh atau kopi panas menemani Anda pada malam hari ini. 🙆
Kali ini, saya tengah ingin membahas sebuah novel yang baru-baru ini rampung di terjemahkan dan di terbitkan oleh Penerbit Haru, Holy Mother/ 聖母*. (Seibo*)
![]() |
| Holy Mother |
Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah dibunuh.
Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa dia percayai.
Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri tunggalnya itu?
Seperti yang sudah kita ketahui, Holy Mother merupakan salah satu novel oleh Akiyoshi Rikako, yang terkenal akan karya novel pertamanya, Girls In The Dark, yang telah di terbitkan tahun 2014 lalu dan kini menjadi best seller. Karya keduanya, The Dead Returns dan berikut yang ketiga, Holy Mother.
Mengingat Akiyoshi Rikako, tentu yang terbayang pertama kali adalah kelihaiannya dalam mengelola cerita, sehingga mampu membawa pembaca terasa "terseret" ke dalam alur cerita, kemudian pembaca sekonyong-konyong di kagetkan dengan akhir cerita yang mencengangkan dan tak terduga. Semua terpelintir dengan baik dan menyisakan kesan "...wow.".
Saya. Benar-benar. Merasa. Terkesima.
Jujur saja, Holy Mother merupakan buku karya Akiyoshi Rikako yang pertama kali saya baca mengingat toko buku di daerah saya tinggal tampaknya belum menyetok Girls In The Dark dan The Dead Returns. Sedih. Dan benar saja, saya merasa tidak di kecewakan atas pembelian buku ini.
Seusai membeli Holy Mother, buku ini lantas langsung saya baca sepulang les sampai menjelang tidur, kemudian besoknya saat jam pelajaran kosong saya lanjutkan membaca dan rampung dalam sehari. Terlampau cepat, karena... saya sendiri merasa terserap dalam ceritanya dan merasa harus menyelesaikannya cepat-cepat karena penasaran akan ending dari si "ibu dan anak" ini.
Karena belum membaca buku Akiyoshi Rikako yang lain dan hanya membaca dari review blog user lain saja, saya belum bisa berkomentar mengenai perkembangan menulisnya jika dibandingkan dengan karya sebelumnya.
Hampir sama dengan novel Akiyoshi Rikako yang lain, temanya gelap, bergenre misteri dan kriminalitas. Holy Mother ini berkategori dewasa, mengingat vulgarnya penjelasan pembunuhan yang diceritakan secara detail dan ngeri.
Namun, penjelasan bagaimana Honami menjalani perawatan kedokteran agar ia bisa mengandung dijelaskan dengan teliti dan hati-hati menjadi daya tariknya tersendiri. Runtut dan jelas menggambarkan bagaimana perjuangan Honami menahan pedih dan rasa sakit di setiap perjuangannya kala berusaha mengandung menjadikan pembaca turut prihatin dan simpati.
Saya pribadi sama sekali tidak merasa kecewa sudah mengeluarkan uang seusai membacanya. Malah, karena saya belum membaca buku Akiyoshi Rikako yang sebelumnya, saya berniat untuk membelinya begitu toko buku daerah saya menyetoknya dan mengoleksi kedua karya Akiyoshi Rikako yang lain, tak sabar ingin membacanya. Penasaran akan bagaimana terpilinnya jalan cerita Girls In The Dark dan The Dead Returns.
Dari 5 bintang saya memilih 4,5 bintang. Akhir kata, Holy Mother ini sangat layak untuk dicicipi serta menambah koleksi rak buku Anda.



Comments
Post a Comment